Hari kedua panggung Pra 10th RIAU HITAM-PUTIH INTERNATIONAL 2016

Jum’at 28 Oktober 2016. Empat grup terbaik asal kota Pekanbaru mempertunjukkan karya musik mereka di hari kedua panggung Pra 10th RIAU HITAM-PUTIH INTERNATIONAL 2016.

Tampil pertama pada seleksi hari kedua ini adalah grup Suara Lisan yang dilanjutkan dengan penampilan Kumbang Biru Polkadot, Bonsuono dan ditutup dengan penampilan hangat dari grup Lesung Ethnic.


Untuk sesi Cakap-cakap Musik kali ini, sebagai narasumber ada Alyusra dari MMI dan Raja Hendra perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau. 

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 27 sampai 29 Oktober 2016 ini, ditayangkan secara Live streaming oleh Ceria TV http://www.ceria.tv dan dapat disaksikan di belahan bumi manapun sejauh ada sinyal internet “ungkap Bang Rafles dari Ceria TV”.

Hari pertama panggung Pra 10th RIAU HITAM-PUTIH INTERNATIONAL 2016

Kamis, 27 Oktober 2016. Malay Music Institute (MMI) yang didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menggelar Pra event 10th RIAU HITAM-PUTIH INTERNATIONAL 2016 bertempat di Ska CoEx Pekanbaru, Riau.  

Kegiatan ini tujuan awalnya adalah untuk menyeleksi peserta lokal yang akan tampil di 10th RIAU HITAM-PUTIH INTERNATIONAL 2016 pada tanggal 11 – 12 November 2016 mendatang. Pada hari pertama ini, ada empat grup yang telah lolos seleksi administrasi akan menyajikan karya terbaik mereka untuk diamati secara langsung oleh tim kurator. Empat grup tersebut adalah, Muara, Project Berdua, Badano dan Tikar Pandan.

Selain ajang seleksi peserta lokal, kegiatan Pra event ini juga bertujuan untuk promo event 10th RIAU HITAM-PUTIH INTERNATIONAL 2016.

Dalam kegiatan Pra 10th RIAU HITAM-PUTIH INTERNATIONAL 2016 ini, Malay Music Institute juga melaksanakan kegiatan Cakap-Cakap Musik yang ditayangkan secara Live streaming oleh Ceria TV.

Pra Event 10th RHPI 2016

Kenduri Musik

Talkshow DKKP dalam acara Rona Melayu TVRI Riaukepri

Festival Lancang Kuning 2016

Umbul2 T 1x2m sisip.jpgUpt. Museum Daerah dan Taman Budaya Riau, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau alam wake dekat ini akan menaja sebuah helat budaya besar yang diberi tajuk Festival Lancing Kuning 2016. Pekan Budaya Provinsi Riau ini diharapkan mampu lebih menghidupkan lagi seni dan budaya di Provinsi Riau.

Selain menampilkan Orasi Budaya dan Penampilan Kesenian 12 Kabupaten/ Kota, kegiatan ini juga akan dimeriahkan dengan Hiburan Artis Melayu Riau Iyet Bustami dan Lesti D-Academy yang diiringi dennen Orkestra serta Pesta Kembang Api.

Kegiatan yang dilaksanakan mulai dari tanggal 6 sampai dengan 9 Agustus 2016 ini, di dilaksanakan dibeberapa tempat yakni di Bandar Serai, Gedung Lembaga Adat Melayu Riau, Taman Budaya Riau dan Jalan Gajah Mada.

 

DISPAREKRAF RIAU taja PARADE LAGU DAERAH 2016

Parade Lagu Daerah Riau 2016

DINAS PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF PROVINSI RIAU akan menaja kegiatan musik yang bertajuk “Parade Lagu Daerah dan Nasional Provinsi Riau tabun 2016” yang diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya, dan menjadi wadah kegiatan penampilan bersama dari berbagai daerah se Provinsi Riau dalam hal olah Karya Cipta dan Penyajian Lagu Daerah. Pada tahun ini, kegaiatan yang diikuti seniman musik se-Provinsi riau ini, akan digelar pada tanggal 6 Agustus 2016 bertempat di Anjang Seni Idris Tintin – Pekanbaru.

Dilihat dari perannya sebagai motivasi dalam hal kreativitas seni, kegiatan Parade Lagu Daerah dan Nasional Provinsi Riau, dimana merupakan kegiatan Tingkat Provinsi, dirasakan sangat besar manfaatnya, terutama dalam rangka mengangkat serta menemu kenali potensi seni suara dan seni musik dari seluruh penjuru daerah mewakili kabupaten/kota se Provinsi Riau.

Selain berfungsi memacu kreativitas serta daya cipta seniman-seniwati musik, kegiatan ini lebih luas dimaksudkan untuk dapat lebih mempromosikan dan memasyarakatkan khasanah budaya daerah, gambaran peri kehidupan masyarakat serta potensi alam yang ada melalui nuansa lagu dan musiknya (tema dan isi lagu).

kegiatan ini juga dilakasanakan sebagai sarana untuk memperkenalkan karya cipta para musisi daerah serta memberikan ruang kreatif bagi para pencipta lagu, pemusik serta penyanyi dari daerah, agar lebih kreatif dan lebih dapat dikenal/diakui oleh masyarakat luas.

Selain itu, ini juga upaya untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap lagu-lagu dan musik daerah, dan pada gilirannya diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap kebudayaan bangsanya sendiri.

Dan yang tak klaag pentingnya, kegiatan ini juga bertujuan sebagai media yang dapat dimanfaatkan untuk promosi seni budaya daerah pada umumnya, serta seni musik dan lagu daerah pada khususnya. (edi*)

Diana V di LEGUH – LEGAH 

LEGUH – LEGAH episode perdana, 2 Maret 2016 di Laman Bujang Mat Syam – Bandar Seni Raja Ali Haji, Pekanbaru, Riau. Kegiatan ini adalah kegiatan mingguan yang ditaja setiap Rabu malam oleh tim LEGUH-LEGAH. Menghadirkan seniman-seniman jemputan khusus, komunitas dan Narasumber yang berkompeten dan dikemas dalam konsep TV program.  

LEGUH – LEGAH episode perdana

Tema : Ekonomi Kreatif, apa iya?   
  

9th Riau Hitam Putih International 2015

Mulai Jum’at malam (18/12) ini ratusan musisi dari berbagai negara akan tampil di panggung utama 9th Riau Hitam Putih International 2015. Para musisi ini akan menampilkan karya mereka dengan genre world music dengan mengusung unsur tradisi dari negara masing-masing. Selama tiga malam berturut-turut ( 18 – 20 Desember 2015 ) masyarakat Riau akan disuguhi dengan berbagai garapan musik yang memadukan unsur tradisi dengan modern karya para musisi jemputan.

Helat yang ditaja oleh Malay Music Institute berkerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Disparekraf ) Provinsi Riau ini, akan di gelar di Laman Bujang Mat Syam, Komplek Bandar Serai ( Purna MTQ ) Pekanbaru mulai pukul 20.00 WIB setiap malamnya.

“Hari ini ( Kamis, 17/12 ) para musisi jemputan sudah mulai berdatangan. Baik dari lokal Riau, nasional maupun dari luar negeri. Mereka akan memberikan hiburan yang edukatif dan tentunya akan lebih memperkaya wawasan kita akan musik-musik tradisi dunia.” Ujar Hari S. Hasan, Direktur Malay Music Institute.

Di malam pertama pertunjukan, panggung 9th Riau Hitam Putih International 2015 akan dimeriahkan oleh penampilan dari Classic Gong ( Kampar ), Djangat, Tengkah Zapin ( Pekanbaru ), Diarak Badarak ( Pariaman ) dan Sri Mara feat Victorhugo Hidalgos ( Srilanka, Mexico, Polandia dan Inggris ).

Pada malam berikutnya panggung 9th Riau Hitam Putih International 2015 kembali akan disemarakkan oleh penampilan Muara Takus Ethnic Music ( Kampar ), Saung Swara ( Salatiga ), Pucok Beleun ( Nangroe Aceh Darussalam ) dan Gnayaw Puppets & Music ( Argentina dan Spanyol ).

Di malam terakhir, penonton akan dihibur dengan penampilan Belacan Aromatic ( Pekanbaru ), BMC ( Kepri ), Harry Toledo n friends ( Jakarta ) dan Balawan ( Bali ). Di penghujung acara, para musisi akan berkolaborasi dalam sebuah pertunjukan bersama sebagai tanda berakhirnya helat world music festival terbesar di Indonesia ini.

Selain panggung utama di Bandar Serai, event 9th Riau Hitam Putih International 2015 juga akan digelar di panggung pendukung di Atrium Rokan Mall SKA Pekanbaru selama dua hari ( Jum’at dan Sabtu, 18 – 19 /12 ) mulai pukul 15.00 WIB setiap harinya. Pada hari Minggu ( 20/12 ) mulai pukul 06.00 WIB beberapa musisi dari luar dan dalam negeri akan diajak untuk tampil di area Car Free Day jalan Diponegoro.

“Kami sengaja menggelar panggung pendukung di Mall SKA dan area Car Free Day, agar lebih mendekatkan world music ke hati masyarakat. Kedua venue ini biasanya ramai dikunjungi oleh masyarakat, tentu lebih menguntungkan bagi kita dalam upaya mengenalkan musik tradisi dunia ke masyarakat luas.” Ungkap Benny Sani, selaku Manajer Komunikasi event ini. “Kita juga adakan seminar musik di hari Jum’at di auditorium Perpustakaan Wilayah Soeman HS, kemudian kita juga akan ajak para musisi jemputan untuk berzapin bersama di Rumah Budaya Tengkah Zapin.” Lanjut Benny Sani.

Malay Music Institute juga mengajak para pecinta musik untuk mengikuti klinik gitar bersama Balawan dan klinik bass yang dimentori oleh Harry Toledo. Untuk kedua klinik musik ini akan diadakan di Rumah Budaya Tengkah Zapin, Jalan Sumatera No. 8 Pekanbaru di hari Minggu, mulai pukul 10.00 WIB.

 

 

 

Released by :

Departemen Komunikasi

9th Riau Hitam Putih International 2015

 

 

For more informations, please contact

Malay Music Institute

Gedung Anjung Seni Idrus Tintin, Bandar Serai, Pekanbaru.

Cp : 

Bens ( 081365001011 ) 

Delia ( 082171192315 )