Diana V di LEGUH – LEGAH 

LEGUH – LEGAH episode perdana, 2 Maret 2016 di Laman Bujang Mat Syam – Bandar Seni Raja Ali Haji, Pekanbaru, Riau. Kegiatan ini adalah kegiatan mingguan yang ditaja setiap Rabu malam oleh tim LEGUH-LEGAH. Menghadirkan seniman-seniman jemputan khusus, komunitas dan Narasumber yang berkompeten dan dikemas dalam konsep TV program.  

LEGUH – LEGAH episode perdana

Tema : Ekonomi Kreatif, apa iya?   
  

9th Riau Hitam Putih International 2015

Mulai Jum’at malam (18/12) ini ratusan musisi dari berbagai negara akan tampil di panggung utama 9th Riau Hitam Putih International 2015. Para musisi ini akan menampilkan karya mereka dengan genre world music dengan mengusung unsur tradisi dari negara masing-masing. Selama tiga malam berturut-turut ( 18 – 20 Desember 2015 ) masyarakat Riau akan disuguhi dengan berbagai garapan musik yang memadukan unsur tradisi dengan modern karya para musisi jemputan.

Helat yang ditaja oleh Malay Music Institute berkerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Disparekraf ) Provinsi Riau ini, akan di gelar di Laman Bujang Mat Syam, Komplek Bandar Serai ( Purna MTQ ) Pekanbaru mulai pukul 20.00 WIB setiap malamnya.

“Hari ini ( Kamis, 17/12 ) para musisi jemputan sudah mulai berdatangan. Baik dari lokal Riau, nasional maupun dari luar negeri. Mereka akan memberikan hiburan yang edukatif dan tentunya akan lebih memperkaya wawasan kita akan musik-musik tradisi dunia.” Ujar Hari S. Hasan, Direktur Malay Music Institute.

Di malam pertama pertunjukan, panggung 9th Riau Hitam Putih International 2015 akan dimeriahkan oleh penampilan dari Classic Gong ( Kampar ), Djangat, Tengkah Zapin ( Pekanbaru ), Diarak Badarak ( Pariaman ) dan Sri Mara feat Victorhugo Hidalgos ( Srilanka, Mexico, Polandia dan Inggris ).

Pada malam berikutnya panggung 9th Riau Hitam Putih International 2015 kembali akan disemarakkan oleh penampilan Muara Takus Ethnic Music ( Kampar ), Saung Swara ( Salatiga ), Pucok Beleun ( Nangroe Aceh Darussalam ) dan Gnayaw Puppets & Music ( Argentina dan Spanyol ).

Di malam terakhir, penonton akan dihibur dengan penampilan Belacan Aromatic ( Pekanbaru ), BMC ( Kepri ), Harry Toledo n friends ( Jakarta ) dan Balawan ( Bali ). Di penghujung acara, para musisi akan berkolaborasi dalam sebuah pertunjukan bersama sebagai tanda berakhirnya helat world music festival terbesar di Indonesia ini.

Selain panggung utama di Bandar Serai, event 9th Riau Hitam Putih International 2015 juga akan digelar di panggung pendukung di Atrium Rokan Mall SKA Pekanbaru selama dua hari ( Jum’at dan Sabtu, 18 – 19 /12 ) mulai pukul 15.00 WIB setiap harinya. Pada hari Minggu ( 20/12 ) mulai pukul 06.00 WIB beberapa musisi dari luar dan dalam negeri akan diajak untuk tampil di area Car Free Day jalan Diponegoro.

“Kami sengaja menggelar panggung pendukung di Mall SKA dan area Car Free Day, agar lebih mendekatkan world music ke hati masyarakat. Kedua venue ini biasanya ramai dikunjungi oleh masyarakat, tentu lebih menguntungkan bagi kita dalam upaya mengenalkan musik tradisi dunia ke masyarakat luas.” Ungkap Benny Sani, selaku Manajer Komunikasi event ini. “Kita juga adakan seminar musik di hari Jum’at di auditorium Perpustakaan Wilayah Soeman HS, kemudian kita juga akan ajak para musisi jemputan untuk berzapin bersama di Rumah Budaya Tengkah Zapin.” Lanjut Benny Sani.

Malay Music Institute juga mengajak para pecinta musik untuk mengikuti klinik gitar bersama Balawan dan klinik bass yang dimentori oleh Harry Toledo. Untuk kedua klinik musik ini akan diadakan di Rumah Budaya Tengkah Zapin, Jalan Sumatera No. 8 Pekanbaru di hari Minggu, mulai pukul 10.00 WIB.

 

 

 

Released by :

Departemen Komunikasi

9th Riau Hitam Putih International 2015

 

 

For more informations, please contact

Malay Music Institute

Gedung Anjung Seni Idrus Tintin, Bandar Serai, Pekanbaru.

Cp : 

Bens ( 081365001011 ) 

Delia ( 082171192315 )

Cakap-cakap Musik menuju 9th RHPI 2015

  

REVIEW RIAU HITAM-PUTIH INTERNATIONAL : Menuju 9th Riau Hitam-Putih International 2015

logo mmi_okRiau Hitam-Putih International adalah event worldmusic terbesar di Indonesia yang tak hanya berbicara soal musik-musik yang kuat pijakannya pada musik tradisi tempatan, namun juga selalu mengedepankan nilai edukasi yang berbasis seni budaya, menjadi salah satu event pariwisata dan pengembangan industri ekonomi kreatif dalam bidang seni musik.

 

Dilaksanakan sejak tahun 2002 silam, festival ini telah diikuti lebih 1000 orang musisi jemputan terbaik dalam dan luar negeri yang dikurasi oleh Kurator. Sebut saja seperti, Dwiki Darmawan dengan Krakataw nya, Gilang Ramadhan bersama Nera, Djadug Ferianto, Ron Reeves dari Australia, Vincent Mc Dermot dari USA, Soichi Iwamoto dari Jepang, Sangeta Isvaran dari India, Jart Hassan dengan Fieldplayers nya dari Malaysia, dan begitu banyak nama besar lainnya yang tak dapat disebut satu persatu.

 

Dalam pelaksanaannya Malay Music Institute yang menjadi rekan kerjasama dalam kegiatan ini juga menyiapkan beberapa kegiatan pendukung sebegai berikut :

  • Music Appreciation For Children
  • Senimar Talk Series For Educational
  • Workshop Music
  • Talkshow : Cakap-Cakap Musik di Radio dan Tv Lokal
  • WorldMusic Goes to Mal
  • Riau Hitam-Putih International : Showcase Festival
  • Carnival Show
  • MMI Perdana dan Memorial Award
  • MMI Community Paper

Kegiatan-kegitan pendukung ini dianggap sangat penting guna mencapai tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini baik dalam bidang edukasi seni musik tradisi Melayu Riau, event pariwisata maupun dalam bidang industri ekonomi kreatif yang bernilai seni budaya.

 

Festival Worldmusic yang ditaja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan berkerjasama dengan Malay Music Institute ini pun telah banyak memberikan dampak pada perkembangan musik di bumi Lancang Kuning ini. Melahirkan grup-grup musik yang karya musiknya mengakar pada seni tradisi Melayu Riau, serta meningkatkan minat seniman musik untuk lebih menggali musik tradisi dan mengembangkannya menjadi lebih dinamis serta dapat diterima dikalangan generasi muda Melayu Riau adalah bukti nyata yang tak dapat dinafikan dari pelaksanaan event ini.

 

Bukan saja menjadikan musik Melayu sebagai tuan rumah di negeri sendiri, membuat musik Melayu lebih mendunia adalah cita-cita dari pelaksanaan festival ini. Dan dengan dukungan dari semua pihak, tentu saja Riau Hitam-Putih International akan terus bertumbuh yang tidak saja menjadi benteng kesenian tradisi dalam bidang musik namun juga menjadi salah satu corong musik tradisi Melayu Riau di pentas musik dunia serta menjadi event pariwisata yang memberikan dampak pada ekonomi masyarakat Melayu Riau.

DKKP taja SILATURAHMI SENI

Pekanbaru, 30 Januari 2015 Dewan Kesenian Kota Pekanbaru berkerjasama dengan Sanggar Tengkah Zapin menggelar acara Silaturahmi Seni dengan tema “Menyibak Riak Sungai Jantan”.

Kegiatan yang digelar di sekretariat sanggar Tengkah Zapin jln. Sumatera No. 8 akan dihadiri oleh seluruh insan seni di Kota Pekanbaru. Pada sesi dialog DKKP menghadirkan Walikota Pekanbaru, Ketua DPRD kota Pekanbaru, Ketua LAM kota Pekanbaru, Budayawan Riau Tuan Yoserizal Zen, Ketua DKKP, Kadis BUDPAR Kota Pekanbaru dan Ketua DKR.

Dilaksanakan pada pukul 20:00 wib, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh Gazal, Zapin dari Sanggar Tengkah Zapin dan Komposisi musik ethnocontempo Riau Rhythm Chambers Indonesia.

PAYUNG HUKUM DEWAN KESENIAN DI INDONESIA LEMAH

SEMARANG, suaramerdeka.com – Payung hukum pembentukan dewan kesenian di Indonesia selama ini sebenarnya kurang kuat. Dasar pembentukannya adalah Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 5A Tahun 1993 tentang Dewan Kesenian.

Inmendagri menginstruksikan hal itu kepada para kepala daerah untuk membentuk dewan kesenian di wilayahnya masing-masing. Padahal dalam sistem perundang-undangan yang berlaku, tidak ada yang namanya instruksi menteri.

Hal itu dikemukakan oleh Ketua Bidang Kerja Sama Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT), Gunoto Saparie, sehubungan dengan Rekomendasi Sarasehan Kesenian Daerah yang diadakan Kemendagri di Hotel Jayakarta Jakarta pada 19-21 Maret lalu.

Salah satu butir rekomendasi itu adalah mendorong agar Inmendagri No 5A Tahun 1993 itu ditingkatkan menjadi peraturan menteri dalam negeri (Permendagri).

Gunoto berpendapat, rekomendasi itu sangat tepat. Sebab, kalau Inmendagri itu masih dijadikan payung hukum pembentukan dewan kesenian secara yuridis sangat lemah. Karena itu tak mengherankan jika banyak kepala daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, mengabaikan hal itu.

“Permendagri itu harus diterbitkan segera, agar posisi yuridis dewan kesenian lebih kuat. Bahkan, sebenarnya di tiap provinsi, kabupaten maupun kota, perlu ada Perda tentang Dewan Kesenian,” ujar penyair itu.

Menurut Gunoto, selama ini pemerintah memang cenderung kurang serius memperhatikan kesenian. Hal ini berbeda dengan olahraga yang perhatiannya cenderung berlebihan. Mungkin memang dibutuhkan Undang-Undang tentang Kesenian Nasional. “Kalau para olahragawan memiliki Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional, mengapa seniman tidak? Sudah saat seniman mendapatkan perhatian sewajarnya,” kata Gunoto.

Tanggap Pemangku Ketua Umum Dewan Kesenian Kota Pekanbaru

“Ya, kondisinya memang begitu, itulah yang menjadi fokus pikiran kami di Dewan Kesenian Kota Pekanbaru dalam 1 tahun terakhir ini. Lemahnya payung hukum pembentukan Dewan Kesenian ini berdampak pada banyak hal seperti, kebijakan, porgram kerja dan yang terpenting pendanaan. Lembaga ini dibentuk oleh pemerintah tentu sebagian besar sumber dananya berasal dari pemerintah. Jadi memang perlu mendesak pemerintah dalam hal ini Mendagri untuk menerbitkan Permendagri sebagai mana yang disebutkan oleh Mas Gunoto diatas dan Kepala Daerah tentunya juga bisa mengeluarkan perda untuk memperkuat posisi dewan kesenian guna kelestasian dan perkembangan seni di Indonesia,”  kata Hari S. Hasan selaku Pemangku Ketua Umum Dewan Kesenian Kota Pekanbaru masa khidmat 2012 – 2017.

” 7th Riau Contemporary Dance Mart “

Yayasan Laksemana Pusat Pengembangan Seni Pertunjukan Melayu Riau akan menyelenggarakan ” 7th Riau Contemporary Dance Mart ” pada tanggal 11 sampai dengan 12 Desember 2014 mendatang.

IMG_2096.JPG

Ada beberapa agenda kegiatan yang akan dilaksanakan seperti “Workshop Koreografi” Pada tanggal 11 – 12 Desember 2014 di Aula Dewan Kesenian Riau, pukul 08.00 – 14.00 dengan pemateri Eko Supriyanto, S.Sn, MFA ( Solo )
dan Angga Mefri ( Padang ). Cukup dengan membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 150.000,- untuk Umum dan Rp.50.000,- untuk Pelajar/Mahasiswa, para peserta akan mendapatkan ilmu tentang tari kontemporer dari master tari kontemporer Indonesia. Demikian ungkap Bang Iwan Irawan Permadi selaku Pendiri yayasan Laksemana.

IMG_2097.JPG

Untuk info pendaftaran hubungi
Sunardi : 08127699423
Alfiandri: 08137267807

Peserta terbatas
Nah tunggu apalagi! Segera daftarkan diri mu…!

Rumah photo Hs

logorphsRumah Photo Hs adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang videography, photography, multimedia, 3D modelling dan event consultant yang terletak di kota Pekanbaru. Namun Rumah Photo Hs saat ini lebih mengkhususkan diri dalam bidang photography dan videography untuk kegiatan sekolah, olahraga, iklan komersial, profil pribadi dan perusahaan, penikahan, keluarga, persahabatan dan event seni budaya. Harga terjangkau dan paket yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan klien membuat Rumah Photo Hs pilihan terbaik untuk setiap kebutuhan fotografi dan videografi anda.
Untuk info lebih lanjut, silahkan kunjungi blog rumahphotohs di http://www.rumahphotohs.wordpress.com.

Malay Melodies Documentation sesi 2

IMG_0159 IMG_0165 IMG_0166 IMG_0169 IMG_0170 IMG_0172 IMG_0179 IMG_0181 IMG_0182 IMG_0184 IMG_0185 IMG_0186 IMG_0187 IMG_0192 IMG_0193 IMG_0194 IMG_0195 IMG_0196 IMG_0197 IMG_0198 IMG_0199 IMG_0200 IMG_0201 IMG_0202 IMG_0203 IMG_0204 IMG_0205 IMG_0208 IMG_0210 IMG_0213 IMG_0214 IMG_0216 IMG_0218 IMG_0220 IMG_0222 IMG_0223 IMG_0224 IMG_0225 IMG_0226 IMG_0227 IMG_0228 IMG_0229 IMG_0230 IMG_0231 IMG_0232 IMG_0234 IMG_0235 IMG_0236 IMG_0237 IMG_0238 IMG_0239 IMG_0240 IMG_0241 IMG_0242 IMG_0246 IMG_0250 IMG_0253 IMG_0254 IMG_0255 IMG_0257 IMG_0258 IMG_0260 IMG_0262 IMG_0265 IMG_0266 IMG_0268 IMG_0269 IMG_0273 IMG_0275 IMG_0276 IMG_0277 IMG_0278 IMG_0279 IMG_0282 IMG_0284 IMG_0286 IMG_0288 IMG_0289 IMG_0290 IMG_0291 IMG_0297 IMG_0298 IMG_0300 IMG_0301 IMG_0303 IMG_0304 IMG_0305 IMG_0306 IMG_0308 IMG_0311 IMG_0313 IMG_0314 IMG_0315 IMG_0319 IMG_0320 IMG_0321 IMG_0322 IMG_0323 IMG_0324 IMG_0325 IMG_0326 IMG_0327 IMG_0328 IMG_0329 IMG_0330 IMG_0332 IMG_0333 IMG_0337 IMG_0338 IMG_0339 IMG_0340 IMG_0342 IMG_0343 IMG_0344 IMG_0347 IMG_0348 IMG_0349 IMG_0351 IMG_0352 IMG_0354 IMG_0355 IMG_0357 IMG_0358 IMG_0360 IMG_0361 IMG_0362 IMG_0363 IMG_0364 IMG_0367 IMG_0368 IMG_0370 IMG_0371 IMG_0374 IMG_0375 IMG_0376

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 555 pengikut lainnya